Wednesday, December 11, 2013

Pembangunan Pangkalan TNI AL dan TNI AU di Pulau-Pulau Kecil

Anggaran Belanja Negara tahun 2014.....Rp. 1.842,5 triliun........

Budget untuk Kementrian Pertahanan Rp. 86,4 trilliun.
Dimana akan dialokasikan untuk keperluan. Peningkatan Kemampuan  Pertahanan dalam menegakkan kedaulatan dan keutuhan NKRI    dengan :

*Modernisasi dan Peningkatan alat utama persenjataan (Alutsista) integrative mencapai 28 %, matra darat *25 %), matra laut ( 21 %) dan matra udara (32 %)

*Memperluas pendayagunaan industry pertahanan nasional dan mengutamakan pengadaan Alutsista hasil produksi industry dalamnegeri mencapai 25 %.
=====================================

Alangkah baiknya ditambahkan usaha-usaha berikut ini sebagai usaha nyata dalam mewujudkan Peningkatan Kemampuan Pertahanan. Ada point plusnya dibandingkan dengan 2 points diatas. Usaha ini akan memacu ekonomi local, akan memperlihatkan ke "serius-an" Pemerintah dalam usaha Peningkatan Keamanan ini yang dapat dilihat oleh dunia luar dengan adanya Mercu Suar sebagai pembantu alat navigasi pelayaran nasional maupun pelayaran internasional. Usaha nyata dalam pencegahan kapal-kapal asing yang keluar masuk perbatasan NKRI secara  "saenak perutnya sendiri".


    • Wujudkan MP3EI, Melalui Inovasi untuk Kemajuan Bangsa
Pembangunan Pangkalan TNI AL dan TNI AU di pulau-pulau kecil adalah dalam rangka membangun ketahanan Nasional. Serta pengamanan lautan Nusantara dari kapal-kapal berbendera asing yang melakukan usaha penangkapan ikan di lautan Nusantara. Pembangunan pangkalan TNI AL dan TNI AU di pulau-pulau kecil, juga akan menjadi tonggak utama dalam perkembangan ekonomi setempat, dan pendidikan penduduk setempat.
Di pulau-pulau kecil dimana ada Pangkalan TNI AL dan TNI AU, rakyat setempat dapat diikutssertakan dalam usaha "perawatan" pangkalan-pangkalan itu. Penduduk setempat diberikan pendidikan dalam usaha bercocok tanaman. Tentunya dengan bimbingan dari para Insinyur Pertanian. Insinyur Pertanian ini di-"wamil"-kan untuk masa waktu tertentu dan ditempatkan untuk bertugas di pangkalan-pangkalan ini.
Penduduk diberikan pendidikan dalam menanam sayur mayur, buah-buahan dan juga pembuatan pupuk kompos. Hasil dari bercocok tanaman ini dijual ke pangkalan AL dan AU. Juga kepada kapal-kapal patroli TNI AL yang berpatroli didaerah itu dimana pelabuhan di pulau itu merupakan Induk Pelabuhan kapal-kapal tersebut.
Penduduk setempat diberikan juga pendidikan dalam penanaman pohon jarak. Biji jarak dijual ke koperasi untuk diolah menjadi minyak jarak. Dan minyak jarak ini dijual ke Pangkalan Al dan AU sebagai campuran untuk minyak diesel. Juga minyak jarak ini dipakai untuk campuran minyak diesel kapal-kapal patroli TNI AL. Minyak jarak dipakai oleh TNI AU untuk campuran minyak diesel pembangkit tenaga listrik darurat dan juga sebagai bbm truck-truck dan kendaraan bermesin diesel lainnya.
Minyak jarak dijual ke PLN sebagai campuran minyak diesel untuk menjalankan mesin diesel penggerak Generator Listrik. Atau membangun PLTUDengan tersedianya aliran listrik ini, akan timbul usaha-usaha baru. Pengolahan kopra menjadi minyak kelapa. Juga Pemerintah memberikan izin untuk pembuatan garam secara modern dengan peralatan-peralatan modern. Garam yang dihasilkan dibeli oleh Koperasi untuk pembuatan ikan asin. Dengan demikian para nelayan dapat menangkapn ikan sebanyaknya dan ikan itu diproses lebih lanjut untuk dijadikan ikan asin. Ikan asin sebagai bahan untuk dijual ke Pangkalan, Kapal-kapal TNI AL serta penduduk dipulau itu atau dipulau lainnya.
Juga dijajagi penanaman pohon sagu di Mauluku ala Perkebunan Karet/Kelapa Sawit di Sumatara dalam skala yang kecil. Juga dijajagi kemungkinannya untuk menanam padi curah hujan.
Dikarenakan sudah ada listrik, kemungkinan besar usaha penyulingan air laut menjadi air minum dapat dilaksanakan. Air minum dijual ke Pangkalan AL dan AU serta kapal-kapal patroli AL. Tentunya juga penduduk dengan harga yang cukup murah.

Pembangunan Mercu Suar dipulau=pulau paling luar, diperlengkapi dengan teropong electronic diserta dengan jaringan electronic melalui satelit. Sehingga gerak-gerik kapal yang mencurigakan dapat ditangani langsung oleh Mabes TNI. Sehingga perintah menerbangkan pesawat tempur dalam usaha-usaha membayang-bayangi kapal yang mencurigakan dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat pada waktunya. Perintah siap siaga kapal-kapal patrol kecepatan tinggi dapat dilaksankan sekali gus. "Show of force" ini merupakan usaha agar kapal-kapal berbendera asing yang beritikad tidak baik akan berfikir dua/tiga kali untuk memasuki perairan NKRI.  Pembangunan kapal patroli kecepatan tinggi perlu ditingkatkan dan jumlah armadanya di perbesar. Penggunaan "water jet" sebagai tenaga penggerak perlu dijajagi. Atau kemungkin pemakaian tenaga penggerak baling-baling dengan motor listrik dibawah permukaan air dengan kemampuan berputar 360 derajat perlu dijajagi.

No comments:

Post a Comment